banner muda mudi

banner lenos Pictures, Images and Photos

<<<<< Maret 2012 >>>>> Jathilan yooookkk . . . . @ Semanggi 18.03.2012 sayap barat semanggi

<< Info running teks TV One Yogya Bantul 3 desa waspada DB, jadi tunggu apa lagi, segera lakukan 5m <<

Tampilkan postingan dengan label info untuk semua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info untuk semua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Agustus 2012

Info Sholat Idul Fitri di Bangunjiwo Timur Tahun 2012

Berikut info sholat Ied yang Insya Allah akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2012
Di Lapangan Sembungan dengan Khotib Drs Encep Khomaruddin
Di Lapangan Kalipucang dengan Khotib Drs Budi Suyoto
Waktu 06.30 W.I.B Sd Selesai






--Semoga Amal Ibadah Puasa Kita di Tahun Ini Diterima Oleh Allah SWT Amiin--

Jumat, 16 Desember 2011

Warning Jalan Semanggi-Sembungan 05 Street


Jalan Sembungan - Semanggi Merupakan jalan yang menghubungkan antara daerah pedesaan/jalan tembus menuju kota Yogyakarta, yang setiap harinya dipadati pengguna jalan yang kurang lebih mencapai 100 motor dan 50 mobil per harinya, dari sisi kenyamanan jalan dapat dikatakan jalan sembungan ini mempunyai kenyamanan yang bagus  karena sudah ber aspal hot mix type, tetapi pada ahir-ahir bulan ini di sepanjang jalan ini diresahkan banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan sehingga membuat kurang nyaman pengendara yang melewati jalan ini, Sampah ini diduga juga dari beberapa pengendara sepeda motor yang sengaja membuang sampah di selokan (berdasar salah satu warga yang pernah mengetahui), kurangnnya budaya cinta kebersihan mengakibatkan selokan ini menjadi tumpukan sampah, dan ahirnya pada hari minggu kemarin warga dan pemuda semnggi mengadakan pembersihan jalan semanggi pada 11 desember 2011, dan pada hari jum'at ini 16 desember 2011 warga sepakat memasang plang dilarang membuang sampah di pinngir jalan ini, dan jika ada warga/pengguna jalan melewati jalan ini kedapati membuang sampah di sekitar jalan ini akan mendapati sanksi dari masyarakat(hukum kebiasaan masyarakat kami), jadi marilah kita turut menjaga kebersihan walaupun itu bukan di lingkungan kita sendiri.

red. ads
foto. mm.pr.pcg.jy

Kamis, 01 September 2011

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011. Keputusan tersebut diambil setelah Kementerian Agama menjalani sidang isbat penetapan awal bulan Ramadhan 1432 H di Gedung Kementerian Agama, Minggu (31/7/2011) malam.
"Setelah mendengar laporan Ketua Badan Hisab dan Rukyat (BHR) serta pandangan ormas Islam dan ulama, di antara kami sudah sepakat bahwa 1 Agustus adalah tanggal 1 Ramadhan 1432 H. Oleh karena itu, saya menyatakan dan menetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada 1 Agustus 2011," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali disusul ketukan palu saat menutup sidang tersebut di Operatian Room, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu malam.
Sidang penetapan awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, pimpinan ormas-ormas Islam, perwakilan negara sahabat, serta anggota Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.
Suryadharma mengatakan, sebelum menetapkan I Ramadhan 1431 H, pihaknya telah melakukan pengamatan rukyatul hilal (penampakan bulan di titik awal) di tiga tempat. Adapun tiga tempat itu adalah Makasar, Bukit Condro-Gresik, dan Bangkalan-Jawa Timur.
Sementara itu, rukyat dilakukan bersama-sama mahkamah syariah dan ormas-ormas Islam. "Dari tiga tempat tersebut, hilal sudah diatas ufuk, hilal berhasil dirukyah. Jadi, untuk awal puasa mulai Senin, 1 Agustus, dapat kami setujui," katanya.
Suryadharma menegaskan, sidang itsbat tersebut telah mengambil keputusan secara mufakat, tanpa perbedaan yang berarti dari beberapa pihak yang melakukan hilal dan rukyat. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah melakukan rukyat di seluruh titik di Indonesia, semoga apa yang dilakukan oleh kita mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa. Dan, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh masyarakat Indonesia, semoga ibadah kita diterima," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan laporan anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, data hisab yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Minggu, 31 Juli 2011, sekitar pukul 01.40 WIB. Pada saat matahari terbenam, hilal berada di atas ufuk dengan ketinggian 6,36 derajat dengan umur kekuatan selama 16 jam 11 menit 8 detik. "Jadi, dari data itu dapat kita simpulkan akhir Syaban jatuh pada Minggu, 31 Agustus (29 syaban), 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh 1 Agustus 2011," kata Cecep.

Source : JAKARTA, KOMPAS.com 

red.cgt

Jumat, 26 Agustus 2011

Penentuan Tanggal 1 Syawal 1432 H

Penentuan Hari Raya Idul Fitri tahun ini terbilang pelik. Pasalnya, ketinggian hilal di seluruh Indonesia pada 29 Agustus 2011 antara 0° 58’ hingga 2° 20’. Dengan pendekatan hisab, 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan 30 Agustus 2011. Tetapi dengan pendekatan rukyat, hilal dengan ketinggian segitu akan sangat sulit dilihat, sehingga kemungkinan besar dilakukan istikmal dan 1 Syawal 1432 H akan jatuh pada 31 Agustus 2011.


Demikian disampaikan Dirjen Badilag Wahyu Widiana ketika menyampaikan materi tentang Penentuan Awal Bulan Hijriyah usai shalat dhuhur berjamaah di Masjid Al-Ikhlas, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Rabu (24/8/2011).
“Ini memang persoalan khilafiah. Kita ikuti saja pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama,” ungkap Dirjen.
Sebagaimana diketahui, beberapa ormas Islam sudah mengeluarkan keputusannya mengenai penentuan Idul Fitri tahun ini. Sementara itu, Kementerian Agama baru akan menentukan sikapnya pada 29 Agustus nanti melalui sidang itsbat penentuan 1 Syawal 1432 H.
“Sidang tersebut diikuti perwakilan berbagai ormas, kementerian, lembaga, akademisi dan lain-lain,” Dirjen menjelaskan.
Di samping menggelar sidang itsbat di Jakarta, Kementerian Agama juga menyelenggarakan rukyatul hilal di sejumlah tempat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dirjen Badilag menegaskan, dengan ketinggian kurang dari 2 derajat, hilal akan sangat sulit dilihat. “Pengalaman selama ini, hilal dengan ketinggian tersebut hampir pasti tidak terlihat,” ujar mantan Kasubdit Hisab Rukyat sewaktu di Depag itu.
Himbauan penting
Sesuai UU No. 3 Tahun 2006, Peradilan Agama memiliki kewenangan memeriksa kesaksia rukyat hilal. Sebagaimana  ketentuan Pasal 52 UU tersebut, Ketua PA harus menunjuk majelis hakim atau hakim tunggal dan panitera/panitera pengganti untuk mengikuti pelaksanaan rukyat hilal.
Mempertimbangkan peliknya penentuan awal Syawal tahun ini, Dirjen Badilag menyampaikan beberapa himbauan kepada para hakim peradilan agama.
“Para hakim harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai ilmu falak atau astronomi. Para hakim juga harus berbekal data yang diakui secara internasional,” ujarnya.
Di samping itu, para hakim juga harus berada di tempat dilaksanakannya rukyatul hilal. “Pimpinan PTA atau PA harus menugaskan hakimnya mengikuti rukyatul hilal di lokasi terdekat yang dijadikan tempat rukyat,” kata Dirjen.
Hal lain yang tak kalah penting ialah menjaga independensi. “Para hakim peradilan agama harus independen dan tidak boleh menuruti begitu saja intervensi pihak-pihak tertentu,” Dirjen menegaskan
Source : (www.badilag.net)